Menggunakan Microsoft Access – Membuat Basis Data Jasa Go-Jek

Untuk tugas terakhir mata kuliah Sistem Informasi Manajemen ini, mahasiswa diminta untuk membuat basis data relasional dengan topik yang berbeda-beda untuk menjawab pertanyaan yang sama, yakni mengetahui siapa pelanggan yang loyal sebagai tujuan dari manajemen hubungan konsumen (CRM).

Sama seperti tugas atau posting-an saya sebelumnya, pembuatan basis data ini dilakukan dengan menggunakan software Microsoft Access 2007. Terdapat beberapa ketentuan dalam pembuatan basis data, yakni pelanggan yang direkam di dalam basis data harus berjumlah minimal 300 orang dan harus terdapat tabel yang memuat detil transaksi dari setiap pelanggan. Hal ini bertujuan untuk dapat mengetahui siapa saja pelanggan yang loyal menggunakan jasa Go-Jek, secara khusus. Selain itu, informasi lainnya yang dimuat pada basis data disesuaikan dengan kebutuhan untuk topik masing-masing.

Selanjutnya, mahasiswa kembali diberi tugas untuk membuat 200 pertanyaan mengenai basis data tersebut dan harus bisa dijawab serta dimunculkan pada basis data yang telah dibuat.

Berikut merupakan tampilan dari basis data jasa Go-Jek yang saya buat.

jek1

jek2

jek3

jek4


Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen

Dosen: Dr. Ir. M. Dachyar, M.Sc

Menggunakan Microsoft Access – Membuat Basis Data Penghuni Asrama

Pada kesempatan kali ini, mahasiswa diberi tugas untuk membuat relational database atau basis data relasional “Penghuni Asrama”. Terdapat ketentuan pembuatan basis data, diantaranya jumlah penghuni asrama minimal 100 orang dan tabel serta field yang terdapat di dalam basis data yang dibuat harus lengkap sehingga merepresentasikan basis data penghuni asrama yang sesungguhnya. Dalam pembuatan basis data relasional ini, digunakan software Microsoft Access 2007.

Selanjutnya, mahasiswa juga diberi tugas untuk membuat 200 pertanyaan mengenai basis data tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus bisa dijawab dan dimunculkan pada basis data yang telah dibuat.

Berikut merupakan tampilan dari basis data penghuni asrama yang saya buat.

acc1

acc2

acc3


Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen

Dosen: Dr. Ir. M. Dachyar, M.Sc

Basis Data Tumor Otak, Sebuah Relational Basis Data Bebas/Gratis untuk Mengumpulkan dan Menganalisis Informasi Pasien Tumor Otak

Sumber: Bergamino, M., Hamilton, J.D., & Castelletti, L., et al. (2015). Brain Tumor Database, a free relational database for collection and analysis of brain tumor patient information. Health Informatics Journal, Vol. 21, No. 1, pp. 36-45. 


Dalam studi ini, digambarkan penerapan sebuah basis data relasional yang dikembangkan untuk mengumpulkan dan mengambil data pasien dengan BT atau tumor otak.

Untuk membangun basis data ini, digunakan MySQL, PHP, serta HTML. Karena data yang disimpan di dalam BT-DB berisikan PHI atau informasi kesehatan personal, maka diimplementasikan sejumlah perlindungan keamanan dengan mengatur tingkatan-tingkatan akses; Simple Consulter, Manajer, Administrator, dan Emergency Access.

Selanjutnya, pada BT-DB, disediakan fungsi dan fitur utama, seperti entri data dan query (pertanyaan) pasien, mesin pencarian dan statistik, menu administrator, serta tumor engine, yang dapat membantu untuk tujuan klinis dan penelitian. 

Source code GUI dan manual dari BT-DB secara bebas/gratis tersedia bagi publik umum dan dapat diunduh dari halaman BT-DB.

Brain Tumor Database, a free relational database for collection and analysis of brain tumor patient information


Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen

Dosen: Dr. Ir. M. Dachyar, M.Sc

Continue reading

Business Process Reengineering – Proses Reimburse Pengadaan

Business Process Reengineering (BPR) merupakan suatu proses merubah proses bisnis secara radikal dan dramatis agar bisnis proses tersebut menjadi lebih efektif dan efisien tanpa adanya perubahan pada struktur organisasi dan fungsi bisnis proses itu sendiri. BPR pertama kali ditulis dan dipublikasi oleh Hammer (1990) dan Davenport & Short (1990), serta Hammer & Champy (1994), “Re-engineering is the fundamental rethinking and radical redesign of business processes to achieve dramatic improvements in critical, contemporary measures of performance, such as cost, quality, service and speed.”

Selanjutnya, mahasiswa diberi tugas berkelompok untuk membuat proses bisnis dengan tema yang telah ditentukan oleh dosen sebelumnya. Pada kesempatan kali ini, kelompok saya mendapat tugas membuat proses bisnis untuk reimburse pengadaan pada suatu perusahaan. Reimburse sendiri merupakan pengadaan dengan menggunakan uang pribadi pembeli atau employee sendiri terlebih dahulu, dan kemudian melaporkannya ke perusahaan untuk memohon penggantian uangnya

Berikut merupakan proses bisnis untuk reimburse pengadaan dengan menggunakan Oracle BPM Studio.

reim1 reim2 reim3 reim4

Selanjutnya, dilakukan improvement atau yang terkait dengan bahasan kali ini adalah business process reengineering terhadap proses bisnis yang telah ada tersebut, dengan mengubah kegiatan serta durasi pengerjaan kegiatan. Hasil improvement terlihat pada pengurangan waktu tunggu selama 3 menit dan jumlah antrian sebanyak 41.

Berikut merupakan proses bisnis dari reimburse pengadaan setelah dilakukan improvement.

imp1 imp2 imp3 imp4 imp5


Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen

Dosen: Dr. Ir. M. Dachyar, M.Sc

Bab 6: Manajemen Sistem Basis Data

Sumber: McLeod, Jr., Raymond, &  P. Schell, George. (2007). Management Information Systems (10th Edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.


Perangkat lunak sistem manajemen basis data sangat penting untuk mengorganisir/mengelola data menjadi sebuah struktur yang memfasilitasi pencarian dengan cepat.

Basis data relasional telah menjadi struktur basis data yang dominan pada perusahaan-perusahaan untuk dua alasan. Pertama, secara konseptual, basis data relasional mudah untuk dimengerti. Kedua, struktur basis data relasional mudah untuk diubah karena menggunakan hubungan implisit antar data. Tabel pada basis data relasional mirip dengan spreadsheet; tabel merupakan file spreadhsheet, kolom pada spreadsheet berhubungan dengan fields, baris pada spreadsheet berhubungan dengan record. Hubungan antar tabel terbentuk ketika nilai data field dari field yang dimiliki bersama-sama.

Memahami struktur basis data dimulai dengan memahami peran data dalam pembuatan keputusan. Apapun metode yang digunakan untuk spesifikasi, suatu teknik tetap harus digunakan untuk menggambarkan data yang dibutuhkan.

Seluruh manajer perlu untuk memahami struktur dasar basis data dan bagaimana untuk mengambil data dari basis data. Pemahaman ini sangat penting untuk pengambilan keputusan yang cerdas.


Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen

Dosen: Dr. Ir. M. Dachyar, M.Sc

Continue reading

Manajemen Proses Bisnis – Latihan Simulasi Kegiatan Bangun Tidur Hingga Tiba di Kelas MIS

Manajemen Proses Bisnis (BPM) adalah sebuah pendekatan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi melalui pembangunan otomatisasi proses dan ketangkasan untuk mengelola perubahan. Pada perusahaan, BPM membantu dalam mengawasi dan mengontrol seluruh elemen pada proses bisnis. Proses bisnis adalah sebuah kumpulan dari beberapa pekerjaan yang saling berkaitan satu sama lain yang perlu dilakukan atau dilalui untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan pelaku proses tersebut.

Sebelumnya, sebagai langkah awal untuk memperkenalkan mahasiswa dengan BPM, mahasiswa diberi tugas untuk membuat proses bisnis yang dilakukan atau dilalui, mulai dari bangun tidur hingga tiba di kelas MIS. Pengerjaan tugas ini dilakukan dengan menggunakan software Oracle BPM Studio.

Berikut merupakan contoh penggunaan Oracle BPM Studio.

bpm1 bpm2 bpm3 bpm4

Informasi lebih lanjut mengenai software Oracle BPM Studio dapat dilihat pada halaman Oracle BPM.


Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen

Dosen: Dr. Ir. M. Dachyar, M.Sc

Studi Empiris pada Faktor-faktor yang Mempengaruhi Integrasi Rantai Desain

Sumber: Sha, D. Y., Liang, G. R., Huang, Kun-Chih. (2013). “An Empirical Study on the Influencing Factors of Design Chain Integration”. Journal of Applied Science 13 (10): 1805-1810.


Perusahaan manufaktur dapat membangun sebuah Supply Chain Management atau Manajemen Rantai Pasok (SCM) untuk mencapai empat tujuan kinerja, yaitu kualitas, biaya, waktu pengiriman, dan fleksibilitas. Namun, beberapa tahun belakangan ini, SCM telah menjadi sesuatu yang ekstrim sehingga disarankan bahwa perusahaan manufaktur harus memiliki Product Innovation Capability atau Kapabilitas Inovasi Produk (PIC) untuk menjamin keunggulan kompetitif global yang dimilikinya.

Penelitian-penelitian terkait mengemukakan bahwa diperlukan “kolaborasi” di antara perusahaan manufaktur dan supplier untuk memfasilitasi kinerja inovasi produk. Design Chain atau  Desain Rantai (DC) menekankan pada integrasi dengan pemasok untuk membuat sebuah desain/proses pengembangan produk. Namun, koordinasi dalam “kolaborasi” dirasa memakan waktu sehingga memperlambat time-to market dan produk tidak memenuhi kebutuhan konsumen.

Untuk mengatasinya, sebelum memperkenalkan DC, perlu dilakukan Business Process Reengineering (BPR) untuk mengintegrasikan kegiatan-kegiatan perusahaan manufaktur dan pemasok yang independen serta pembentukan Supplier Management System atau Sistem Manajemen Pemasok (SMS) untuk menjamin stabilitas hubungan dengan pemasok.

Dalam studi ini, dilakukan pengujian terhadap keterkaitan antara SMS dan BPR, BPR dan kefektifan DC, SMS dan keefektifan DC, serta keefektifan DC dan PIC. Hasilnya, seluruh variabel mempengaruhi secara positif.

An Empirical Study on The Influencing Factors of Design Chain Integration


Mata Kuliah: Sistem Informasi Manajemen

Dosen: Dr. Ir. M. Dachyar, M.Sc

Continue reading